"Kita tidak mampu mengendalikan panjangnya sebuah kehidupan, namun kita mampu membangun dan mengembangkan potensi dalam kehidupan agar bermanfaat bagi banyak orang" - Kata Perenungan Master Cheng Yen
Tampilkan postingan dengan label Kata Perenungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata Perenungan. Tampilkan semua postingan
Eropa yang terdapat banyak batu-batuan dan terdapat sebuah papan bertuliskan:
"Yang mengambil batu akan menyesal. Yang tidak mengambil batu juga akan menyesal."
Heran dengan kalimat itu, ada yang malah tertarik untuk mengambil beberapa butir batu itu untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
Beberapa yang lainnya tidak terlalu mengurusinya. Jadi mereka tidak mengambil batu-batu itu dan lebih tertarik untuk menikmati segarnya air di danau itu.
Setelah kembali ke Eropa, mereka menyuruh ahli batuan untuk memeriksa batu-batuan yang mereka bawa.
Ternyata batu-batuan itu adalah sejenis Safir yang dari luar tampak jelek tapi di dalamnya merupakan permata yang sangat indah dan mahal harganya.
Yang tidak membawa batu itu jadi menyesal karena tidak membawanya, tetapi yang membawanya pun akhirnya menyesal karena tidak membawa lebih banyak.
Bukankah kehidupan kita serupa seperti cerita di atas?
Kita mempunyai kehidupan yang sangat berharga. Namun, bukankah kita seringkali kurang menghargai masa hidup ini justru di saat kita masih bisa hidup lama?
Hidup ini begitu bernilai. Jauh lebih bernilai dari pada batu-batu permata.
Itulah sebabnya agar kita tidak menyesal di kemudian hari, maka kita harus menjalani hidup dengan maksimal saat ini.
Bekerja dengan maksimal. Mengasihi keluarga dengan maksimal. Berkarya bagi sesama dengan maksimal. Belajarpun juga dengan maksimal.
Intinya ketika kita sudah mengusahakan yang terbaik selama hidup ini, maka kita tidak perlu lagi menyesal di kemudian hari.
Usahakan yang terbaik selama kesempatan itu masih ada.
Teruslah berjuang.
It's a life... Your life, My life, Our life....
Ada pepatah mengatakan bahwa “Air tenang menghanyutkan”. Mari kita lihat air
di tengah lautan. Ombak besar kerap kita jumpai di bibir pantai namun sangat
jarang kita melihat ombak itu di tengah lautan. Semakin tenang air di tengah
lautan, itu pertanda bahwa kedalaman laut lebih dalam dari yang kita
perkirakan.
Banyak orang yang meledak emosinya
ketika baru tersulut oleh masalah yang kecil. Banyak orang yang tidak terima
akan perlakuan orang lain terhadap dirinya. Mereka akan lebih memilih untuk
mencari kepuasaan dengan jalan membalas dendam.
Jadilah seperti air yang tenang,
yang memiliki kesabaran sedalam dan seluas samudera. Saat seseorang menyulutkan
masalah dalam kehidupan kita jadilah seperti air yang mampu menyejukkan hati.
Air mampu memadamkan api, demikian juga ketenangan mampu meredakan segala macam
amarah yang ada di dalam setiap hati.
Dengan hati yang sabar dan penuh
kasih, orang yang tenang dalam menyikapi setiap masalah yang ada, bukan berarti
bahwa kita menyerah terhadap situasi yang ada. namun dengan ketenangan, maka
sesungguhnya kita percaya bahwa segala sesuatu ada jalan keluar dalam kehidupan
kita.
"Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin."
- Hidup positif dan ikhlas banyak manfaatnya untuk kita semua.
- Buatlah hidup kita lebih bernilai dengan banyak berbuat kebaikan tanpa pilih bulu dengan ikhlas.
- Niat hati nurani bersih dan tulus akan memudahkan keinginan kita untuk diwujudkan.
- Pikiran negatif kita akan membutakan dan mengotori hati nurani. Hal ini penyebab kita salah menilai orang lain.
Semakin sering kita melampiaskan nafsu dan amarah, semakin besar kecenderungan batin untuk mengulanginya. Begitupula, semakin sering kita melatih atau mengembangkan perhatian murni/ kewaspadaan, cinta kasih, kesabaran, pengendalian diri, konsentrasi, usaha benar, perbuatan baik melalui pikiran, ucapan & jasmani, dan semua kualitas batin yang baik lainnya maka semakin besar pula kecenderungan batin untuk mengulanginya tanpa disengaja atau alami. Tampaknya, akumulasi kebiasaan bisa membentuk karakter dan karakter menentukan kebahagiaan dan masa depan.
Beberapa cara untuk mengendalikan kemarahan, yaitu:
- Bangun KOMUNIKASI bukan kemarahan
- Kembangkan perhatian/ kewaspadaan
- MEMAKLUMI
- Mengingat BUDI BAIK
- Mengingat AKIBAT BURUK dari kemarahan
- Mengarahkan pikiran pada hal-hal yang bermanfaat dan positif
- DIAM/ berkata dengan intonasi yang lembut atau halus
- Merenung
- Minta maaf dan bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut
- Mempertahankan ketenangan batin dan konsentrasi
- Memanfaatkan setiap moment engan mengasihi, berbagi, berkarya dan berlatih
Senin, 04 Februari 2013
Coretan,
Kata Perenungan
0
komentar
3 Hukum Hidup Dengan Bahagia Dan Selaras
1. Hidup Penuh Dengan Perubahan
Apa yang menjadi milik kita saat ini bisa jadi akan berubah bentuk,
sifat, bahkan akan menjadi hilang. Untuk itu janganlah melekatkan keinginan
padanya supaya tidak menderita.
2.
Penderitaan
Kehidupan manusia mengikuti siklus lahir, sakit, tua,
meninggal. Sebab, sakit, tua dan meninggal adalah kenyataan hidup yang harus
dihadapi oleh siapapun juga. Oleh karena itu, kurangilah kemelakatan keinginan
terhadap keinginan dari nafsu badan fisik, badan perasaan dan badan pikiran.
3.
Tanpa
Diri
Segala sesuatu yang ada didunia ini tidak sesuatupun
yang bisa merupakan milik kita bahkan tubuh kita sendiri tak bisa berkuasa
apapun padanya bilamana penyakit, usia tua dan kematian datang apalagi tahta,
harta dan wanita yang tidak bisa langgeng menjadi milik kita selamanya. Oleh sebab
itu, pahamilah kenyataan ini, segala sesuatu timbul karena faktor
keterkondisian (karma) kemudian akan berubah terus kondisinya dan kemudian
cepat atau lambat faktor keterkondisian akan melemah dan bahkan tenggelam.
Oleh karena itu, pahamilah dan janganlah melekatkan keinginan
terhadap apapun yang ada didunia ini. Nikmatilah hidup ini hanya sebagai hak
pakai dan bukan hak milik selamanya.
Ketika kita masih bisa bangun dan membuka mata, setiap hari adalah sebuah kelahiran kehidupan baru, sebuah awal baru untuk memulai kehidupan lagi. - Kata Perenungan Master Cheng Yen -
When we can wake up and open our eyes, each day is the birth of new life, a new beginning to start out life afresh. - Jing Si Aphorism by Master Cheng Yen -
Peluang berlangsung dengan singkat, sehingga kita harus mencengkam sebersit niat baik yang timbul sesaat dan terus berbuat dengan segenap hati dan segenap tenaga. - Kata Perenungan Master Cheng Yen -
Opportunities are fleeting, so we must seize upon the good intentions of a moment, and carry them through to the best of our ability always. - Jing Si Aphorism by Master Cheng Yen -
Langganan:
Postingan (Atom)


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact