Senin, 24 Desember 2012
Coretan
0
komentar
Cabang-Cabang Filsafat Dan Perbandingan Dengan Ilmu-Ilmu Lain
Cabang-cabang Filsafat
Filsafat mempunyai banyak cabang. Berikut diberikan
pembagian secara umum, menurut Aristoteles, Thomas Aquinas, Christian Wolff,
dan Jonathan Dolhenty.
Dalam buku Politics karya Aristoteles, diceritakan tentang
orang-orang yang mengolok Thales, filsuf dan ahli astronomi dari Miletus (Yunani), karena
ia miskin. Filsafat, kata mereka, tidak bermanfaat bagi Thales. Buktinya, dia
miskin. Tetapi Thales tak terpengaruh dengan ejekan tersebut, karena bagi dia,
filsafat jelas-jelas bermanfaat. Dia menunggu waktu yang baik untuk
membuktikannya.
Sebagai ahli astronomi, Thales mengetahui bahwa tahun berikutnya
panen zaitun melimpah. Ketika musim dingin masih berlangsung, dia menggunakan
sebagian uangnya untuk memborong semua mesin press zaitun di kota Miletus dan Chios. Tentu saja mesin-mesin itu dibeli dengan harga
murah. Begitu panen raya zaitun tiba, permintaan akan mesin press zaitun
melonjak. Tapi stok di toko-toko habis, sudah diborong Thales. Thales menyewakan mesin-mesin press itu dengan
tarif tinggi dan meraup keuntungan berlipat-lipat. Dengan itu dia mau
membuktikan bahwa filsuf pun bisa jadi kaya raya kalau dia mau. Kalau selama
ini dia kelihatan miskin, itu karena dia memang mau begitu.
Definisi Filsafat
Ada dua macam definisi:
etimologis dan substansial. Definisi etimologis memberikan penjelasan
berdasarkan asal usul kata. Definisi substansial mendeskripsikan hakikat
sesuatu. Definisi yang sebenarnya ialah definisi substansial.
Definisi Etimologis
Kata
filsafat (bahasa Indonesia, diambil dari bahasa Sanskerta) berasal dari bahasa
Yunani philosophia (philo = mencari, mencinta dan sophia = pengetahuan,
kebijaksanaan). Jadi, filsafat berarti mencari pengetahuan atau
kebijaksanaan. Orang yang mencari kebijaksanaan dinamakan philosophos.
Kata
philosophos dipakai pertama kali oleh Pythagoras, seorang filsuf Yunani
klasik. Dia menyebut diri philosophos (pencinta kebijaksanaan). Menurut
Pythagoras, manusia bertugas mencari kebijaksanaan atau pengetahuan. Tuhan
merupakan kebijaksanaan yang sesungguhnya. Pythagoras dan Plato menggunakan
kata philosophos untuk mengejek kaum sofis yang menganggap diri mampu
menjawab semua macam pertanyaan.
Istilah
philosophia sudah terdapat dalam sastra klasik Yunani. Pada mulanya philosophia
berarti memandang benda-benda di sekitar dengan penuh perhatian. Kemudian
berarti merenung tentang benda-benda itu. Heraclitus (sekitar tahun 500 SM)
menggunakan kata philosophos untuk manusia yang selalu mendambakan
kebijaksanaan karena tak dapat meraihnya dengan sempurna. Menurut dia hanya
Tuhanlah yang bijaksana dan pandai.
Plato kemudian menandaskan bahwa para dewa tak dapat disebut philosophos
sebab mereka sudah memiliki kebijaksanaan.
Definisi Substansial
Filsafat
didefinisikan adalah ilmu yang mempelajari semua realitas sampai sebab-sebab
paling dalam (inti hakikat) dengan menggunakan rasio (refleksi).
Bandingkanlah
dengan ilmu-ilmu lain (seperti psikologi, sosiologi, antropologi) yang hanya
menyelidiki sebagian dari realitas
(yaitu manusia) dengan pancaindera. Filsafat menyelidiki semua realitas (benda
mati, tumbuhan, hewan, manusia, Tuhan) sampai ke hakikatnya dengan sinar akal
budi.
Suatu
siang di bulan Mei sepulang sekolah, Sophie, seorang gadis remaja berumur 14
tahun, melihat dua amplop dan satu kartu pos di kotak surat rumahnya di 3 Clover Close. Kedua
amplop surat
itu tidak berperangko dan tanpa nama pengirimnya. Didorong rasa ingin tahu, dia
segera membuka kedua amplop itu. Didapatinya selembar kertas di setiap amplop.
Tiap lembar hanya berisi satu pertanyaan. Pertanyaan di amplop pertama berbunyi:
siapakah kamu? Pertanyaan dalam surat
kedua berbunyi: dari mana datangnya dunia?
Kisah ini
terdapat dalam novel berjudul Dunia Sophie karangan Jostein Gaarder, seorang penulis
produktif dan pengajar filsafat asal Norwegia. Buku aslinya berjudul Sofies
Verden terbit tahun1991, kini sudah diterjemahkan ke dalam 53 bahasa,
termasuk bahasa Indonesia, dan terjual 30 juta eksemplar di seluruh dunia.
Di kartu
pos ada perangko Norwegia, dengan cap pos Batalyon PBB. Kartu itu dialamatkan
kepada Hilde Moller Knag, d/a Sophie Amundsen, 3 Clover Close. Di dalamnya
terdapat ucapan selamat ulang tahun ke-15 untuk Hilde dari sang ayah. Tidak
disebutkan kota
asal kartu itu. Sophie sangat pusing menghadapi misteri di balik surat-surat
dan kartu pos itu. Ucapan selamat ulang tahun ditujukan bagi Hilde, bukan
dirinya sendiri yang juga akan
berulangtahun ke-15 sebulan sesudahnya.
What Is Beauty? "Beauty Is In The Eye Of The Beerholder"
- Socrates concludes in the Greater Hippias that beauty is difficult to define.
- Voltaire goes further to argue that beauty, due to is relativist nature, is not just difficult but impossible to define.
- Darwin thought that there were few universals of physical beauty because there was much variance in appearance and preference across human groups.
Langganan:
Postingan (Atom)



- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact