Selasa, 25 Desember 2012 0 komentar

Pict 9


Senin, 24 Desember 2012 0 komentar

Cabang-Cabang Filsafat Dan Perbandingan Dengan Ilmu-Ilmu Lain

Cabang-cabang Filsafat

Filsafat mempunyai banyak cabang. Berikut diberikan pembagian secara umum, menurut Aristoteles, Thomas Aquinas, Christian Wolff, dan Jonathan Dolhenty.   
Jumat, 21 Desember 2012 0 komentar

Manfaat Belajar Filsafat


Dalam buku Politics karya Aristoteles, diceritakan tentang orang-orang yang mengolok Thales, filsuf dan ahli astronomi dari Miletus (Yunani), karena ia miskin. Filsafat, kata mereka, tidak bermanfaat bagi Thales. Buktinya, dia miskin. Tetapi Thales tak terpengaruh dengan ejekan tersebut, karena bagi dia, filsafat jelas-jelas bermanfaat. Dia menunggu waktu yang baik untuk membuktikannya.
Sebagai ahli astronomi, Thales mengetahui bahwa tahun berikutnya panen zaitun melimpah. Ketika musim dingin masih berlangsung, dia menggunakan sebagian uangnya untuk memborong semua mesin press zaitun di kota Miletus dan Chios. Tentu saja mesin-mesin itu dibeli dengan harga murah. Begitu panen raya zaitun tiba, permintaan akan mesin press zaitun melonjak. Tapi stok di toko-toko habis, sudah diborong Thales.  Thales menyewakan mesin-mesin press itu dengan tarif tinggi dan meraup keuntungan berlipat-lipat. Dengan itu dia mau membuktikan bahwa filsuf pun bisa jadi kaya raya kalau dia mau. Kalau selama ini dia kelihatan miskin, itu karena dia memang mau begitu. 

0 komentar

Definisi, Titik Anjak, Objek, Dan Ciri-Ciri Pemikiran Filsafat


Definisi Filsafat
Ada dua macam definisi: etimologis dan substansial. Definisi etimologis memberikan penjelasan berdasarkan asal usul kata. Definisi substansial mendeskripsikan hakikat sesuatu. Definisi yang sebenarnya ialah definisi substansial.

Definisi Etimologis
Kata filsafat (bahasa Indonesia, diambil dari bahasa Sanskerta) berasal dari bahasa Yunani philosophia (philo = mencari, mencinta  dan sophia = pengetahuan, kebijaksanaan). Jadi, filsafat berarti mencari pengetahuan atau kebijaksanaan. Orang yang mencari kebijaksanaan dinamakan philosophos.
Kata philosophos dipakai pertama kali oleh Pythagoras, seorang filsuf Yunani klasik. Dia menyebut diri philosophos (pencinta kebijaksanaan). Menurut Pythagoras, manusia bertugas mencari kebijaksanaan atau pengetahuan. Tuhan merupakan kebijaksanaan yang sesungguhnya. Pythagoras dan Plato menggunakan kata philosophos untuk mengejek kaum sofis yang menganggap diri mampu menjawab semua macam pertanyaan.
Istilah philosophia sudah terdapat dalam sastra klasik Yunani. Pada mulanya philosophia berarti memandang benda-benda di sekitar dengan penuh perhatian. Kemudian berarti merenung tentang benda-benda itu. Heraclitus (sekitar tahun 500 SM) menggunakan kata philosophos untuk manusia yang selalu mendambakan kebijaksanaan karena tak dapat meraihnya dengan sempurna. Menurut dia hanya Tuhanlah yang  bijaksana dan pandai. Plato kemudian menandaskan bahwa para dewa tak dapat disebut philosophos sebab mereka sudah memiliki kebijaksanaan.

Definisi Substansial
Filsafat didefinisikan adalah ilmu yang mempelajari semua realitas sampai sebab-sebab paling dalam (inti hakikat) dengan menggunakan rasio (refleksi).
Bandingkanlah dengan ilmu-ilmu lain (seperti psikologi, sosiologi, antropologi) yang hanya menyelidiki  sebagian dari realitas (yaitu manusia) dengan pancaindera. Filsafat menyelidiki semua realitas (benda mati, tumbuhan, hewan, manusia, Tuhan) sampai ke hakikatnya dengan sinar akal budi.

0 komentar

Cerita Pengantar Filsafat


Suatu siang di bulan Mei sepulang sekolah, Sophie, seorang gadis remaja berumur 14 tahun, melihat dua amplop dan satu kartu pos di kotak surat rumahnya di 3 Clover Close. Kedua amplop surat itu tidak berperangko dan tanpa nama pengirimnya. Didorong rasa ingin tahu, dia segera membuka kedua amplop itu. Didapatinya selembar kertas di setiap amplop. Tiap lembar hanya berisi satu pertanyaan. Pertanyaan di amplop pertama berbunyi: siapakah kamu? Pertanyaan dalam surat kedua berbunyi: dari mana datangnya dunia?
Kisah ini terdapat dalam novel berjudul Dunia Sophie  karangan Jostein Gaarder, seorang penulis produktif dan pengajar filsafat asal Norwegia. Buku aslinya berjudul Sofies Verden terbit tahun1991, kini sudah diterjemahkan ke dalam 53 bahasa, termasuk bahasa Indonesia, dan terjual 30 juta eksemplar di seluruh dunia.
Di kartu pos ada perangko Norwegia, dengan cap pos Batalyon PBB. Kartu itu dialamatkan kepada Hilde Moller Knag, d/a Sophie Amundsen, 3 Clover Close. Di dalamnya terdapat ucapan selamat ulang tahun ke-15 untuk Hilde dari sang ayah. Tidak disebutkan kota asal kartu itu. Sophie sangat pusing menghadapi misteri di balik surat-surat dan kartu pos itu. Ucapan selamat ulang tahun ditujukan bagi Hilde, bukan dirinya sendiri yang  juga akan berulangtahun ke-15 sebulan sesudahnya.

Kamis, 20 Desember 2012 0 komentar

Kata Perenungan 11

Ekspresi wajah seseorang merupakan cerminan dari kondisi batinnya.
0 komentar

What Is Beautiful Is Good?

What Is Beauty? "Beauty Is In The Eye Of The Beerholder"
  • Socrates concludes in the Greater Hippias that beauty is difficult to define.
  • Voltaire goes further to argue that beauty, due to is relativist nature, is not just difficult but impossible to define.
  • Darwin thought that there were few universals of physical beauty because there was much variance in appearance and preference across human groups.

 
;