Selasa, 06 Agustus 2013 0 komentar

Electroencephalograph (EEG)

Electroencephalograph (EEG) is a tool used for gauging and recording brain waves. In 1929, Hans Berger, the German psychiatrist, published the results of his experiments using the electroecenphalograph in recording human brain waves.

Four major brain waves exist: alpha has a frequency that ranges from 8 to 14 cycles per second (cps) and is found in the occipital part of the brain. Beta covers 14 to 30 cps. Delta wave includes frequencies that are below 5 cps. Theta wave covers the range between 5 and 8 cps. Alpha waves are more active during relaxation and light sleep. Nonetheless, their function is altered by deep mental activities. Beta waves, on the other hand, appear during mental concentration periods.


In 1935, the findings of collaborators Frederic Gibbs, William Lennox, and Hallowelle Davis from Harvard on the use of EEG in epilepsy was published. Since EEG poses no pain or side effects, it is broadly included as a medium for identifying brain irregularities. The EEG is instrumental in discovering a host of brain wave abnormalities. Persons who suffer from grand mal epilepsy have brain wave patterns that resemble spikes, while those with petit mal epilepsy have arch-shaped brain waves. Brain waves respond to physiological and chemical stimuli. For instance, the use of drugs will result in low-amplitude, high frequency brain waves. When we are asleep, the waves' pattern changes a few times. Dreaming frequently happens when the brain waves have high frequency but low amplitude.
0 komentar

Amnesia

The leading causes of amnesia are either physical or psychological. In antergrade amnesia, the subject is unable to recall the events that occur after a shock or an injury to the brain; however, past memories will not be lost. In retrograde amnesia, the patient is capable of recalling events that occur after the trauma; interestingly enough, information stored before the shock, is lost and cannot be retrieved. In paraamnesia, established memories are contorted. In psychogenic fugue, the subject may venture into a new lifestyle, trying to repress memories which lead to trepidation. The events happening during psychogenic fugue are non-retrievable. Nonetheless, the experiences that happened before the onset can be recovered. Among the most popular treatments for psychologically related amnesia are psychotherapy, the use of drugs, and hypnosis.
Jumat, 24 Mei 2013 0 komentar

Pict 13


0 komentar

Kata Perenungan 14

"Kita tidak mampu mengendalikan panjangnya sebuah kehidupan, namun kita mampu membangun dan mengembangkan potensi dalam kehidupan agar bermanfaat bagi banyak orang" - Kata Perenungan Master Cheng Yen

1 komentar

Mekanisme dan Petunjuk Adanya Evolusi Pada Makhluk Hidup


Mekanisme Evolusi
Evolusi adalah perubahan struktur tubuh dari makhluk hidup yang berlangsung perlahan-lahan dalam jangka waktu yang lama. Perubahan struktur tubuh ini dapat terjadi karena adanya variasi genetik dan seleksi alam.
Ada dua sebab utama yang menyebabkan variasi genetik, yaitu:
v   Adanya mutasi gen dan
v   Adanya rekombinasi gen-gen didalam keturunan baru.
Ada lima faktor utama yang merupakan mekasnisme evolusi, yaitu mutasi, aliran gen (gen flow), genetik drift, perkawinan nonrandom, dan seleksi alam.

Petunjuk Tentang Adanya Evolusi
Untuk membuktikan adanya evolusi, Darwin menggunakan beberapa prinsip, yaitu:
v   Adanya variasi di antara individu-individu dalam satu keturunan
            Menurut Darwin perbedaan variasi terjadi karena pengaruh faktor luar, seperti: suhu, tanah,  
            makanan. Variasi pada lingkungan yang berbeda memperlihatkan perkembangan yang beda pula.
           Pendapat Darwin:
    • Semua spesies yang dibudidayakan manusia berasal dari spesies liar. Secara berangsur-angsur          spesies liar itu menjadi peliharaan yang menguntungkan manusia. Mekanisme ini dikenal dengan  istilah domestikasi yang mengarah ke terbentuknya variasi baru.
    • Jadi adanya variasi merupakan petunjuk tentang adanya evolusi yang menuju ke arah terbentuknya spesies-spesies baru.
v  Pengaruh Penyebaran Geografis
          Setiap makhluk hidup cenderung untuk menyebar ke tempat-tempat lain. Penyebaran organisme dapat 
          dibedakan menjadi dua, yaitu:
a)      Penyebaran aktif bila penyebarannya didorong oleh faktor-faktor kemampuan dari dalam individu sendiri. Misalnya: Burung-burung pelikan dari Australia pindah ke Indonesia (Bali).
b)      Penyebaran Pasif bila penyebarannya disebabkan oleh adanya faktor-faktor luar. Misalnya: kelapa, eceng gondok yang menyebar karena terbawa arus air.
Penyebaran aktif dan pasif ini tidak selalu berakibat pada perluasan daerah. Hal ini disebabkan oleh adanya rintangan-rintangan yang sulit ditembus (isolasi geografis) atau adanya lingkungan baru yang tidak memenuhi persyaratan untuk hidup dan berkembang biak. Contoh penyebaran Geografis:
q   Komodo, hanya ada di pulau Komodo dan Rinca
q   Binatang berkantung dan hewan berparuh bebek, hanya terdapat di Australia dan Indonesia wilayah timur
q   Anoa, hanya terdapat di Sulawesi

v  Fosil Sebagai Catatan Sejarah Evolusi Makhluk Hidup
           Fosil adalah sisa hewan atau tumbuhan yang telah membatu, jejak-jejak atau bekas makhluk 
           hidupnya tersimpan pada batu-batuan. Pendapat para ahli mengenai fosil:
a)       Leonardo da Vinci (1452-1519) Berpendapat bahwa fosil merupakan suatu bukti adanya makhluk hidup di masa lampau.
b)      George Cuvier (1769-1832) Berpendapat bahwa pada masa yang berlainan bumi kita dihuni oleh jenis-jenis makhluk hidup yang berlainan pula. Hal ini terjadi karena setiap masa diciptakan  kemudian makhluk hidup dihancurkan (kiamat). Faham ini disebut dengan kataklisma.
Penemuan fosil terjadi secara kebetulan dan jarang ditemukan dalam keadaan lengkap (utuh). Hal ini 
disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
a)      Terjadinya lipatan batuan bumi
b)      Pengaruh air, angin dan bakteri pembusuk
c)      Hewan pemakan bangkai
d)      Jenis organisme
e)      Keadaan sekelilingnya yang tidak memungkinkan suatu bagian tubuh menjadi fosil.        
            Seri fosil yang lengkap yang ditemukan di berbagai lapisan bumi oleh Marsh dan Osborn adalah 
            berupa fosil kuda.

v  Homologi Alat-alat Tubuh Pada Berbagai Jenis Makhluk Hidup
          Homologi sistem organ artinya organ yang mempunyai asal sama dan selanjutnya berubah struktur 
          sehingga fungsinya berbeda. Contoh:
˃         Tangan manusia dengan sayap kelelawar
˃         Tangan manusia dengan kaki depan kuda
Adanya organ homolog menunjukkan adanya hubungan kekerabatan antara hewan yang satu dengan 
hewan yang lain. Jadi menunjukkan adanya evolusi.

Fosil-Fosil Yang Pernah Ditemukan
1. Manusia Kera
      Volume otak sekitar 600 cc dan hidup dipohon (aboreal).
 a.      Australopithecus africanus, ditemukan di Afrika Selatan fosilnya berupa tengkorak saja
 b.     Australopithecine, ditemukan di lembah Transvall, Amerika Selatan, yang termasuk golongan ini  
       adalah:
Ø  Paranthropus robustus
Ø  Plesianthropus transvaalensis
2. Manusia Purba
a.      Pithecanthropus erectus, ditemukan di Trinil (Jatim) oleh Eugene Dubois. Volume otak 770-1100 cc.
b.      Sinanthropus pekinensis, ditemukan didalam gua deket Peking. Diduga suka membunuh. Volume otak 900-1200 cc.
c.       Homo heidelbergenesis ditentukan di Heidelberg, Jerman.
3. Manusia modern
    Manusia Neanderthal, Manusia Gunung Camel, Manusia Swanscombe, Manusia Solo, Manusia Shanidar, 
    Manusia Rhodesia, Manusia Cro Mangnon (Volume otak tertinggi sekitar 1500 cc).
4. Manusia Sekarang
    Manusia yang hidup sekarang digolongkan ke dalam Homo sapiens, bahkan sudah sampai subspesies
    Homo sapiens sapiens. Volume otak minimal 1450 cc. 


Sumber Referensi:
Amin, M. 2009. Biologi SMA/MA Kelas XII. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Jumat, 19 April 2013 0 komentar

Dampak Perkembangan Ilmu dan Teknologi (IPTEK) Terhadap Kehidupan Manusia Di Bidang Ekonomi


Era globalisasi pada saat ini telah terjadi pergeseran dalam peradaban manusia. Pergeseran tersebut berdampak pada pergeseran pembangunan negara-negara di dunia. Tantangan ini merupakan pembangunan yang berdasarkan pada sumber daya alam menuju pembangunan yang berdasarkan sumber daya masyarakat. Dalam bidang ekonomi, pergeseran tersebut memberikan dampak terhadap proses terjadinya transisi perekonomian dunia yang berdasarkan sumber daya menjadi perekonomian yang berdasarkan pengetahuan.
            Perkembangan IPTEK di dunia sangat cepat dan mempengaruhi lingkungan. Di prediksikan negara-negara maju akan menguasai inovasi perkembangan IPTEK. Hal ini didukung oleh sistem pendidikan, sarana dan prasarana penelitian, dana yang besar, dan perkembangan sumber daya manusia itu sendiri.
            Dalam postingan kali ini saya akan memposting tentang dampak perkembangan IPTEK terhadap kehidupan manusia di bidang ekonomi. Topik yang saya angkat tentang produktivitas dunia industri yang semakin meningkat, terjadinya industrialisasi, perkembangan di dunia kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi. Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik secara teknologi industri, maupun pada produksi, investasi yang berlangsung secara besar-besaran akan semakin meningkatkan produktivitas dunia perekonomian.
            Di bidang industri perekonomian mungkin pada masa depan akan berkembang teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara perorangan melakukan komunikasi secara langsung dengan pabrik, sehingga pelayanan dapat dilakukan secara langsung dan keinginan manusia dapat dipenuhi. Di dunia kerja perkembangan IPTEK dan ekonomi akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan akan mengalami perubahan. Kini pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menekankan pengetahuan, skill/ ketrampilan, dan sikap yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia kerja tersebut.
Tekanan dan kompetisi daya saing merupakan konsekuensi globalisasi yang akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun, dan pekerja keras. Namun, akan muncul dampak negatifnya, yaitu terjadi pengangguran, sifat yang konsumtif, penurunan moral, boros. Kemajuan kehidupan di bidang ekonomi yang menekankan pada pemenuhan keinginan material telah menyebabkan sebagian warga masyarakat ‘kaya’ dalam materi, tetapi ‘miskin’ dalam rohani. Di bidang perindustrian perekonomian berdampak negatif pada kehidupan manusia yaitu meningkatnya polusi, timbulnya efek rumah kaca, dan menipisnya lapisan lubang ozon.
            Berkat kemajuan ilmu dan teknologi, manusia dapat menciptakan alat-alat serta perlengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan, sehingga dalam kegiatan kehidupannya tersedia berbagai kemudahan. Hal ini dapat memungkinkan manusia melakukan kegiatannya dengan lebih efisien dan efektif. Dengan ilmu dan teknologi, timbulah berbagai industri yang hasilnya dapat dimanfaatkan, memiliki nilai jual dan memperoleh keuntungan terhadap aspek bidang ekonomi ini.

Pendapat Saya:
Kehidupan manusia bisa memiliki nilai produktif, berkontribusi dan memiliki sumber daya manusia yang unggul terhadap bidang ekonomi dengan mengedepankan pemahaman tentang pengetahuan, skill/ keterampilan dan sikap, sehingga mendapatkan kemajuan ilmu dan teknologi yang hasilnya dapat dimanfaatkan, memiliki nilai jual yang berharga dan memroduktivitas dunia industri yang meningkat serta inovasi yang berkembang terhadap pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi pula.
0 komentar

Permata Berharga dan Penyesalan

Eropa yang terdapat banyak batu-batuan dan terdapat sebuah papan bertuliskan:
"Yang mengambil batu akan menyesal. Yang tidak mengambil batu juga akan menyesal."
Heran dengan kalimat itu, ada yang malah tertarik untuk mengambil beberapa butir batu itu untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
Beberapa yang lainnya tidak terlalu mengurusinya. Jadi mereka tidak mengambil batu-batu itu dan lebih tertarik untuk menikmati segarnya air di danau itu.
Setelah kembali ke Eropa, mereka menyuruh ahli batuan untuk memeriksa batu-batuan yang mereka bawa.
Ternyata batu-batuan itu adalah sejenis Safir yang dari luar tampak jelek tapi di dalamnya merupakan permata yang sangat indah dan mahal harganya.
Yang tidak membawa batu itu jadi menyesal karena tidak membawanya, tetapi yang membawanya pun akhirnya menyesal karena tidak membawa lebih banyak.

Bukankah kehidupan kita serupa seperti cerita di atas?
Kita mempunyai kehidupan yang sangat berharga. Namun, bukankah kita seringkali kurang menghargai masa hidup ini justru di saat kita masih bisa hidup lama?
Hidup ini begitu bernilai. Jauh lebih bernilai dari pada batu-batu permata.
Itulah sebabnya agar kita tidak menyesal di kemudian hari, maka kita harus menjalani hidup dengan maksimal saat ini.
Bekerja dengan maksimal. Mengasihi keluarga dengan maksimal. Berkarya bagi sesama dengan maksimal. Belajarpun juga dengan maksimal.
Intinya ketika kita sudah mengusahakan yang terbaik selama hidup ini, maka kita tidak perlu lagi menyesal di kemudian hari.
Usahakan yang terbaik selama kesempatan itu masih ada. 
Teruslah berjuang.

It's a life... Your life, My life, Our life....
 
;